Sabtu, 3 Oktober 2026

Kayla Nur Aisyah Achmad

Terverifikasi

Kontributor

PenelitiRiset Narasi Mendalam & Investigasi

"-"

2Artikel Terbit
0Total Pembaca

Artikel & Narasi oleh Kayla Nur Aisyah Achmad

Kumpulan tulisan, analisis, dan liputan yang telah dipublikasikan di BHATARA DALANG.

2 Tulisan
Korupsi Sebagai Penyalahgunaan Kekuasaan Untuk Keuntungan Pribadi Dalam Birokrasi Publik
Narasi
4 menit baca•2026-10-03

Korupsi Sebagai Penyalahgunaan Kekuasaan Untuk Keuntungan Pribadi Dalam Birokrasi Publik

Resume Jurnal Berdasarkan KORUPSI SEBAGAI PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN UNTUK KEUNTUNGAN PRIBADI DALAM BIROKRASI PUBLIK: ANALISIS DAMPAKNYA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI INDONESIA Sri Yulianty Mozin, Alfiyah Agussalim, Aldina Sakira, Marshanda Putri Rahmawati, Dina Alifia Jasmine, Moh Tegar Pratama Bito, Deron Rivaldo Suluh, dan Indah Purnamasari Hapulu Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, Vol. 4 No. 3, Mei 2026, hlm. 257–274

Kayla Nur Aisyah Achmad
Kayla Nur Aisyah Achmad
Research
Prof Masduki Guru Besar UII Berharap Kapolri Yang Baru Menekankan Pentingya Profesionalisme
Narasi
4 menit baca•2026-10-03

Prof Masduki Guru Besar UII Berharap Kapolri Yang Baru Menekankan Pentingya Profesionalisme

Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki, menilai pergantian Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto dilakukan terlambat. Menurutnya, tuntutan masyarakat terkait perubahan kepemimpinan di tubuh Polri telah muncul sejak menjelang berakhirnya masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, namun pemerintah dinilai lamban merespons aspirasi dan dinamika tersebut. Ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya telah memengaruhi citra Polri, termasuk isu keberpihakan dan tindakan represif terhadap kebebasan berpendapat. Masduki berharap pergantian pimpinan Polri menjadi momentum untuk melakukan pembenahan internal dan mengembalikan institusi kepolisian pada fungsi utamanya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Ia menekankan pentingnya profesionalisme Polri dengan mengurangi penugasan yang berada di luar tugas pokoknya, serta memperkuat upaya pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), dan penyalahgunaan kewenangan. Menurutnya, langkah reformasi tersebut perlu dilakukan sejak awal kepemimpinan Suyudi Ario Seto agar pergantian pucuk pimpinan dapat diikuti dengan perbaikan institusional yang nyata.

Kayla Nur Aisyah Achmad
Kayla Nur Aisyah Achmad
Peneliti