Sabtu, 3 Oktober 2026
Narasi4 menit baca•2026-10-03•1 pembaca

Pengamat Fernando Emas Menilai Reshuffle Untuk Optimalisasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Perombakan Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 dinilai tidak semata-mata ditujukan untuk mengganti pejabat yang memiliki kedekatan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Pengamat politik Fernando Emas menyebut reshuffle tersebut lebih berkaitan dengan upaya pemerintah melakukan evaluasi dan mengoptimalkan kinerja kabinet. Salah satu contohnya adalah pergantian Pratikno dari posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang menurut Fernando berkaitan dengan evaluasi terhadap kinerjanya. Fernando juga menilai pengangkatan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan menjadi salah satu indikasi bahwa reshuffle tersebut tidak dapat dipandang sebagai upaya untuk menyingkirkan seluruh figur yang sebelumnya berada dalam pemerintahan Joko Widodo. Dalam perombakan yang sama, Presiden Prabowo mengganti Listyo dari jabatan Kapolri dan menunjuk Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru, sementara Listyo dipercaya mengisi posisi Kepala Staf Kepresidenan.

Pengamat Fernando Emas Menilai Reshuffle Untuk Optimalisasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Bagikan:

Perombakan Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 dinilai tidak semata-mata ditujukan untuk mengganti pejabat yang memiliki kedekatan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Pengamat politik Fernando Emas menyebut reshuffle tersebut lebih berkaitan dengan upaya pemerintah melakukan evaluasi dan mengoptimalkan kinerja kabinet. Salah satu contohnya adalah pergantian Pratikno dari posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang menurut Fernando berkaitan dengan evaluasi terhadap kinerjanya.

Fernando juga menilai pengangkatan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan menjadi salah satu indikasi bahwa reshuffle tersebut tidak dapat dipandang sebagai upaya untuk menyingkirkan seluruh figur yang sebelumnya berada dalam pemerintahan Joko Widodo. Dalam perombakan yang sama, Presiden Prabowo mengganti Listyo dari jabatan Kapolri dan menunjuk Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru, sementara Listyo dipercaya mengisi posisi Kepala Staf Kepresidenan.

Bagikan:
Benny Sitorus
Tentang Penulis

Benny Sitorus

Jurnalis yang berfokus pada reportase naratif, isu-isu sosial kemanusiaan, dan kebudayaan. Berkomitmen menghadirkan kisah berimbang dari akar rumput.

Artikel Terkait Lainnya

Korupsi Sebagai Penyalahgunaan Kekuasaan Untuk Keuntungan Pribadi Dalam Birokrasi Publik
Narasi
4 menit baca•2026-10-03

Korupsi Sebagai Penyalahgunaan Kekuasaan Untuk Keuntungan Pribadi Dalam Birokrasi Publik

Resume Jurnal Berdasarkan KORUPSI SEBAGAI PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN UNTUK KEUNTUNGAN PRIBADI DALAM BIROKRASI PUBLIK: ANALISIS DAMPAKNYA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI INDONESIA Sri Yulianty Mozin, Alfiyah Agussalim, Aldina Sakira, Marshanda Putri Rahmawati, Dina Alifia Jasmine, Moh Tegar Pratama Bito, Deron Rivaldo Suluh, dan Indah Purnamasari Hapulu Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, Vol. 4 No. 3, Mei 2026, hlm. 257–274

Kayla Nur Aisyah Achmad
Kayla Nur Aisyah Achmad
Research
Implementasi HAM Dalam Sistem Hukum Indonesia
Narasi
4 menit baca•2026-10-03

Implementasi HAM Dalam Sistem Hukum Indonesia

Resume Jurnal Berdasarkan Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner, Vol. 10 No. 5, Mei 2026 Tentang IPLEMENTASI HAK ASASI MANUSIA DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA, Utia Ulan Dari & Fasa Ranel

Yudi Karya
Yudi Karya
Kontributor