Kamis, 5 November 2026
Investigasi4 menit baca•2026-10-07•0 pembaca

Politik Ferdinand Hutahean : Hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden Ke-7 Joko Widodo Di Ujung Tanduk

Politikus Ferdinand Hutahaean berpandangan bahwa kedekatan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mulai memasuki tahap akhir. Penilaian tersebut disampaikan dengan melihat sejumlah dinamika politik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, termasuk perubahan pada sejumlah posisi pemerintahan serta berbagai peristiwa yang melibatkan Prabowo, Jokowi, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Politik Ferdinand Hutahean : Hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden Ke-7 Joko Widodo Di Ujung Tanduk
Bagikan:

Politikus Ferdinand Hutahaean berpandangan bahwa kedekatan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mulai memasuki tahap akhir. Penilaian tersebut disampaikan dengan melihat sejumlah dinamika politik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, termasuk perubahan pada sejumlah posisi pemerintahan serta berbagai peristiwa yang melibatkan Prabowo, Jokowi, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ferdinand menilai Prabowo saat ini semakin memperlihatkan posisinya sebagai pemegang kendali utama dalam pemerintahan. Menurutnya, Prabowo mulai menunjukkan sikap yang lebih mandiri dalam menentukan arah pemerintahan dan tidak lagi berada dalam pengaruh politik Jokowi. Ia juga menghubungkan pandangannya dengan sejumlah momentum kenegaraan, seperti peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan HUT ke-81 TNI, yang dinilainya mencerminkan adanya perubahan dalam relasi politik kedua tokoh tersebut.

Lebih lanjut, Ferdinand berpendapat bahwa pengaruh politik Jokowi terhadap pemerintahan Prabowo mulai mengalami penurunan. Ia menilai kondisi tersebut dapat berdampak terhadap keberlanjutan peran kelompok politik yang selama ini dikaitkan dengan Jokowi dalam pemerintahan saat ini. Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan analisis dan pandangan politik Ferdinand Hutahaean, sehingga tidak dapat dipandang sebagai konfirmasi resmi mengenai berakhirnya hubungan politik antara Prabowo dan Jokowi.

Bagikan:
Genta Renangga
Tentang Penulis

Genta Renangga

Jurnalis yang berfokus pada reportase naratif, isu-isu sosial kemanusiaan, dan kebudayaan. Berkomitmen menghadirkan kisah berimbang dari akar rumput.

Artikel Terkait Lainnya

Bivitri Soroti Putusan MK, Polemik Pendidikan Gibran Dinilai Belum Berakhir
Opini
4 menit baca•2026-10-07

Bivitri Soroti Putusan MK, Polemik Pendidikan Gibran Dinilai Belum Berakhir

Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait polemik persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru membuka persoalan baru. Menurut Bivitri, meskipun MK tidak menerima gugatan karena para pemohon dinilai tidak memiliki kedudukan hukum atau *legal standing*, Mahkamah tetap mengungkap adanya persoalan mengenai bukti kelulusan pendidikan setara SMA yang menjadi salah satu syarat pencalonan Gibran pada Pilpres 2024.

Haryasena Dharmasahakti
Haryasena Dharmasahakti
Research
Pengamat Ray Rangkuti Dorong Permasalahan Ijasah Wapres Gibran Di Bahas Dalam Forum DPR
Opini
4 menit baca•2026-10-07

Pengamat Ray Rangkuti Dorong Permasalahan Ijasah Wapres Gibran Di Bahas Dalam Forum DPR

engamat politik Ray Rangkuti mendorong agar persoalan terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat dibahas melalui forum di DPR. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusannya menyatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan mengenai kepemilikan ijazah atau dokumen kelulusan setara SMA milik Gibran dari pendidikan di luar negeri.

Irfan Andi Saputra
Irfan Andi Saputra
Jurnalis